BAGIKAN ARTIKEL INI KE PETANI LAIN
Kamis, Februari 19, 2026
cara budidaya timun suri untuk pemula
Apa itu timun suri..?
Buah timun suri dengan nama latin cucumis melo L var reticulatus naudin, merupakan keluarga labu-labuan (cucurbiteae) seperti buah melon dan labu dan tentunya hampir semua orang banyak yang mengenalnya, ada beberapa nama lain dengan buah timun suri ini yaitu Bonteng suri (Sunda), Endes (Lombok), buah timun suri memiliki rasa yang enak, lembut dan menyegarkan jika dibuat jus atau es buah terutama pada bulan puasa timun suri banyak di konsumsi, dan mengandung protein yang tinggi juga dapat melancarkan pencernaan, buah timun suri banyak jenisnya ada yang berbentuk lonjong loreng, kuning, putih dan bulat putih.
Peluang usaha budidaya buah timun suri sangat menggiurkan, modalnya irit, mengurusnya mudah dan harganya stabil, jika di jual langsung ke pasar/pengepul Rp 3.000- 3.500/kg, sedangkan jika langsung di jual ke konsumen atau ke penjual jus, es buah minimal Rp 5.000/kg, buah timun suri di butuhkan bukan hanya pada bulan puasa saja tetapi di bulan-bulan biasapun buah timun suri banyak yang memburu.
Ada beberapa jenis timun suri yang beredar yaitu kuning emas, loreng dan putih, dengan beberapa merek seperti Alesha, Manohara putih bulat, dll dan Timun suri dapat di panen mulai umur 60 – 70 hari setelah tanam tergantung pemeliharaan dan lokasi, tetapi timun suri dapat tumbuh di beberapa ketinggian dan kelembaban.
Cara budidaya buah timun suri untuk pemula ini sangat mudah dan tidak memerlukan pengolahan lahan yang khusus, atau tanah kebun yang akan di tanami timun suri tidak perlu di cangkul seluruhnya, tetapi cukup dengan membuat gundukan tanah dengan tinggi 30-40cm dan diameter 40-50cm, lalu bagian atasnya di ratakan sekitar diameter 20-30 cm
Tahap pembuatan gundukan media tanam timun suri :
1.Lahan dibersihkan dari rumput dan ranting, cara membersihkannya bisa di babad atau di semprot herbisida Deltaxone 280SL.
2.Cangkul tanah yang akan di buat gundukan seperti membuat lombang sedalam 1 cangkul lalu di gemburkan, kemudian campurkan dengan pupuk dasar dari kotoran hewan lalu di siram dan di biarkan selama 14 hari agar tersinari cahaya matahari.
3.Jarak antara gundukan 100 cm dan lebar 200 cm, dan antara barisan gundukan di buat zigzag, sehingga sulur tanaman akan mengisi ruang kosong diantara gundukan media tanam di sebrangnya.
5.Bibit buah timun suri siap ditanam atau pindah tanam yaitu pada umur 7 hari di polybag (kalau di semai dulu di polybag), cara menanamnya buat 2 lubang tanam dengan jarak 10 cm dengan cara di tugal di bagian atas gundukan tanah yang di ratakan tadi, masukan/letakan bibit buah timun suri lalu tanah disekitar batang tanaman ditekan menggunakan jari tangan supaya padat dan dapat menopang batang akar sehingga pada saat di siram tidak roboh.
6.Sisakan bibit tanaman 10% dari total tanaman buah timun suri yang akan di budidayakan untuk cadangan penyulaman.
7.Lakukan penyiraman setiap hari dan disarankan setiap sore hari selama 7 – 10 hari.
8.Pada tahap tersebut jangan diberi pupuk apapun.
baca juga :
Peluang usaha budidaya jagung hibrida Maxxi 2 cuan dengan sistim kemitraan
Pemeliharaan :
1.Pada hari ke 10-15 lakukan penyulaman jika terdapat tanaman yang mati, caranya cabut tanaman timun suri yang mati kemudian masukan bibit baru dan langsung di siram agar tida terjadi stagnasi atau tanaman tidak mengalami stress akibat pindah tanam.
3.Pemupukan 1 :
Pemupukan tanaman Timun suri dilakukan 5 kali setiap 10 hari sekali, dan Berikan pupuk pertama pada hari ke 10 sambil menyulam dengan dosis sebagai berikut :
a.Pemupukan ke 1 pada umur 10 hari :
Gunakan pupuk Nutrisi Ultradap dan urea dengan dosis 1 sendok makan dengan cara di benamkan di sekitar tanaman (10 cm dari batang tanaman) atau bisa juga di cor dengan cara dilarutkan ke dalam air lalu di siramkan disekitar pangkal batang tanaman buah timun suri
Penyemprotan ke 1 ;
Gunakan larutan pupuk daun Gandasil D dan Fungisida AJIAN 80WP, dengan dosis masing-masing 1 sendok makan dan larutkan kedalam Tangki (Hand Sprayer) isi 15 liter air, lalu semprotkan ke seluruh batang dan daun hingga rata, tujuanya untuk merangsang pertumbuhan tunas dan daun juga untuk melindungi tanaman buah timun suri dari penyakit.
Pada tahap ini lakukan penyiraman 2 hari sekali pada sore hari sampai hari ke 20.
b.Pupuk susulan ke 2 pada umur 20 hari:
Gunakan pupuk Ultradap di campur NPK PHOSKA dengan dosis masing-masing 1 sendok makan per tanaman ( 1 gundukan media tanam ada 2 tanaman berarti 2 sendok makan) dengan cara di benamkan di sekitar tanaman (10 cm dari batang tanaman) atau bisa juga di cor dengan cara dilarutakn ke dalam air lalu di siramkan disekitar pangkal batang tanaman buah timun suri.
Pada tahap ini lakukan penyiraman 2 hari sekali pada sore hari sampai hari ke 30.
Penyemprotan ke 2 :
Gunakan larutan pupuk daun Gandasil D dan Fungisida AJIAN 80WP, insektisida DIME-TAN 500SL dengan dosis konsentrasi masing-masing 1 sendok makan dan larutkan ke dalam Tangki ( Hand Sprayer) isi 15 liter air,lau semprotkan ke seluruh batang dan daun atas dan bawah hingga rata, tujuanya untuk merangsang pertumbuhan tunas dan daun, melindungi tanaman dari hama kutu dan penyakit.
Lakukan penyiraman 2 hari sekali pada sore hari.
c.Pupuk susulan ke 3 pada umur 30 hari :
Gunakan pupuk NPK PHOSKA dengan dosis 2 sendok makan per tanaman atau 4 sendok makan per gundukan media tanam dengan cara di benamkan di sekitar tanaman (10 cm dari batang tanaman) atau bisa juga di cor dengan cara dilarutkan ke dalam air lalu di siramkan disekitar pangkal batang tanaman buah timun suri.
Lakukan penyiraman 2 hari sekali pada sore hari.
Penyemprotan ke 3 :
Gunakan larutan pupuk daun Gandasil D dan Fungisida AJIAN 80WP, insektisida THREEMIX 550/100EC dengan dosis konsentrasi masing-masing 1 sendok makan dan larutkan ke dalam Tangki (Hand Sprayer) isi 15 liter air,lau semprotkan ke seluruh batang dan daun atas dan bawah hingga rata, tujuanya untuk merangsang pertumbuhan tunas, bunga dan daun, melindungi tanaman dari hama kutu, ulat dan penyakit
Lakukan penyiraman 2 hari sekali pada sore hari
Pasang kembali Moluksida TOXIPUT 5GR yang di campur dengan Bekatul secukupnya lalu di taburkan di sekitar tanaman buah timun suri dan di tempat-tempat yang di curigai adanya hama siput/keong racun dan limus sakeureut (sejenis Lintah) yang dapat merusak dan memakan batang dan daun tanaman.
d.Pupuk susulan ke 4 pada umur 40 hari;
Gunakan pupuk NPK PHOSKA dengan dosis 4 sendok makan per tanaman atau 8 sendok makan per gundukan media tanam dan tambahkan KNO3 Merah dan Boron dengan dosis 2 sendok makan per tanaman atau 4 sendok makan per gundukan media tanam, lalu di aduk hingga rata dan taburkan/benamkan dengan cara di sekitar tanaman (20 cm dari batang tanaman).
Penyemprotan ke 4 :
Gunakan larutan pupuk daun Gandasil B dan Fungisida AJIAN 80WP, insektisida THREEMIX 550/100EC dengan dosis konsentrasi masing-masing 1 sendok makan makan dan larutkan ke dalam Tangki ( Hand Sprayer) isi 15 liter air,lau semprotkan ke seluruh batang dan daun atas dan bawah hingga rata, tujuanya untuk merangsang pertumbuhan tunas, bunga, buah dan daun, serta melindungi tanaman dari hama kutu, ulat dan penyakit
e.Pemangkasan tunas air/Pruning :
Pada tahap ini harus dilakukan pangkas tunas air atau pruning, atau memangkas tunas/cabang yang tumbuh di pangkal batang paling bawah, pilih tunas yang tumbuh normal, sehat dengan tujuan agar buah timun suri pada tunas air yang di pelihara besar-besar bisa sampai bobot 1-1,5 kg/buah, jadi 1 batang tanaman buah timun suri akan ada 3 batang yang dipelihara, yaitu batang utama dan 2 batang tunas, sehingga di harapkan 1 batang tanaman akan menghasilkan 3 - 4,5 kg/tanaman.Lakukang juga pemangkasan pucuk tanaman utama, agar tidak terus memanjang.
pada umur 40 sampai 60 hari ini adalah masa-masa yang sangat menentukan keberhasilan budidaya buah timun suri.
cara memangkasnya menggunakan gunting atau pisau cutter.
Usahakan pada umur 60 hari tunas air sudah di pangkas, sehingga tinggal mengurus calon buah timun suri dengan memberikan alas Jerami atau rumput-rumput kering agar buah timun suri tidak menyentuh langsung ke tanah.
Sekali-sekali lakukan pembalikan daun dengan tujuan agar ada persilangan serbuk sari bunga jantan dan betina.
Lakukan penyiraman 1 minggu sekali pada sore hari atau sesuai situasi.
f.Pupuk susulan ke 5 pada umur 50 hari;
Gunakan pupuk NPK PHOSKA dengan dosis 4 sendok makan per tanaman atau 8 sendok makan per gundukan media tanam dengan cara di benamkan di sekitar tanaman (20 cm dari batang tanaman), tambahkan KNO3 Merah dan Boron dengan dosis 2 sendok makan per tanaman atau 4 sendok makan per gundukan media tanam di campurkan dengan NPK PHOSKA atau bisa juga di cor dengan cara dilarutkan ke dalam air lalu di siramkan disekitar pangkal batang tanaman buah timun suri
Penyemprotan ke 5 :
Gunakan larutan pupuk daun Gandasil B dan Fungisida AJIAN 80WP, Insektisida THREEMIX 550/100EC dengan dosis konsentrasi masing-masing 1 sendok makan untuk 15 liter air, tujuanya untuk merangsang pertumbuhan buah, melindungi tanaman dari hama kutu, ulat dan penyakit.
Terus lakukan pangkas tunas air atau pruning setiap 2 hari, buang daun-daun tua, daun yang rimbun yang menutupi bunga, karena jika terlalu rimbun lebah tidak bisa masuk untuk mengawinkan bunga menjadi calon buah.
Pada penyemprotan selanjutnya diseuaikan dengan situasi, apabila ditemukan hama maka segera lakukan penyemprotan dengan dosis di 2 kali lipat.
Lakukan penyiraman 1 minggu sekali pada sore hari atau sesuai situasi.
g.Pada umur 60 hari , bakal buah sudah mulai bermunculan, pangkas batang setelah 2 daun dari bakal buah ke arah pucuk, agar batang tidak terus memanjang.
h.Dengan memangkas batang tersebut maka unsur hara akan terputus dan masuk ke buah.
Pemeliharaan setelah buah muda bermunculan :
1.Buang daun-daun tua yang berwarna kuning ke coklatan yang masih menempel di pangkal batang, agar tidak terlalu rimbun dan menutupi bunga timun suri.
2.Buang daun-daun yang subur di sepanjang sulur batang utama, agar sinar matahari dapat masuk ke sela-sela tanaman.
3.Bolak balik buah timun suri yang mulai besar agar bentuknya mulus, dan berikan alas dari Jerami, ilalang atau rumput kering, usahakan buah timun tidak menempel ke tanah.
4.Arahkan rambatan batang utama supaya tidak saling bertumpuk dan menjulur rapih.
Pemanenan :
Pada umur 60-65 hari buah timun suri sudah mulai ada yang besar sekitar 700 -1000 gram, buah bisa di petik menggunakan alat pisau atau gunting, cara memetik buah timun suri sebaiknya pada sore hari dan Panen selanjutnya dapat dilakukan setelah 7 hari dari panen pertama, lalu setiap 3 hari sekali sampai 12 kali panen, dan jika akan di teruskan maka harus di pupuk kembali dan memelihara tunas-tunas baru, namun buahnya akan kecil-kecil.
Apabila anda tidak mau repot cara budidaya buah timun suri bagi pemula ini, silahkan di Download Tabel nya DISINI.
Demikian cara budibdaya buah timun suri untuk pemula, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar