BAGIKAN ARTIKEL INI KE PETANI LAIN
Kamis, Februari 19, 2026
cara budidaya timun suri untuk pemula
Apa itu timun suri..?
Buah timun suri dengan nama latin cucumis melo L var reticulatus naudin, merupakan keluarga labu-labuan (cucurbiteae) seperti buah melon dan labu dan tentunya hampir semua orang banyak yang mengenalnya, ada beberapa nama lain dengan buah timun suri ini yaitu Bonteng suri (Sunda), Endes (Lombok), buah timun suri memiliki rasa yang enak, lembut dan menyegarkan jika dibuat jus atau es buah terutama pada bulan puasa timun suri banyak di konsumsi, dan mengandung protein yang tinggi juga dapat melancarkan pencernaan, buah timun suri banyak jenisnya ada yang berbentuk lonjong loreng, kuning, putih dan bulat putih.
Peluang usaha budidaya buah timun suri sangat menggiurkan, modalnya irit, mengurusnya mudah dan harganya stabil, jika di jual langsung ke pasar/pengepul Rp 3.000- 3.500/kg, sedangkan jika langsung di jual ke konsumen atau ke penjual jus, es buah minimal Rp 5.000/kg, buah timun suri di butuhkan bukan hanya pada bulan puasa saja tetapi di bulan-bulan biasapun buah timun suri banyak yang memburu.
Ada beberapa jenis timun suri yang beredar yaitu kuning emas, loreng dan putih, dengan beberapa merek seperti Alesha, dan juga ada jenis Manohara putih bulat, dll dan Timun suri dapat di panen mulai umur 60 – 70 hari setelah tanam tergantung pemeliharaan dan lokasi, tetapi timun suri dapat tumbuh di beberapa ketinggian dan kelembaban.
Cara budidaya buah timun suri untuk pemula ini sangat mudah dan tidak memerlukan pengolahan lahan yang khusus, atau tanah kebun yang akan di tanami timun suri tidak perlu di cangkul seluruhnya, tetapi cukup dengan membuat gundukan tanah dengan tinggi 30-40cm dan diameter 40-50cm, lalu bagian atasnya di ratakan sekitar diameter 20-30 cm
Tahap pembuatan gundukan media tanam timun suri :
1.Lahan dibersihkan dari rumput dan ranting, cara membersihkannya bisa di babad atau di semprot herbisida Deltaxone 280SL.
2.Cangkul tanah yang akan di buat gundukan seperti membuat lombang sedalam 1 cangkul lalu di gemburkan, kemudian campurkan dengan pupuk dasar dari kotoran hewan lalu di siram dan di biarkan selama 14 hari agar tersinari cahaya matahari.
3.Jarak antara gundukan 100 cm dan lebar 200 cm, dan antara barisan gundukan di buat zigzag, sehingga sulur tanaman akan mengisi ruang kosong diantara gundukan media tanam di sebrangnya.
5.Bibit buah timun suri siap ditanam atau pindah tanam yaitu pada umur 7 hari di polybag (kalau di semai dulu di polybag), cara menanamnya buat 2 lubang tanam dengan jarak 10 cm dengan cara di tugal di bagian atas gundukan tanah yang di ratakan tadi, masukan/letakan bibit buah timun suri lalu tanah disekitar batang tanaman ditekan menggunakan jari tangan supaya padat dan dapat menopang batang akar sehingga pada saat di siram tidak roboh.
6.Sisakan bibit tanaman 10% dari total tanaman buah timun suri yang akan di budidayakan untuk cadangan penyulaman.
7.Lakukan penyiraman setiap hari dan disarankan setiap sore hari selama 7 – 10 hari.
8.Pada tahap tersebut jangan diberi pupuk apapun.
baca juga :
Peluang usaha budidaya jagung hibrida Maxxi 2 cuan dengan sistim kemitraan
Pemeliharaan :
1.Pada hari ke 10-15 lakukan penyulaman jika terdapat tanaman yang mati, caranya cabut tanaman timun suri yang mati kemudian masukan bibit baru dan langsung di siram agar tida terjadi stagnasi atau tanaman tidak mengalami stress akibat pindah tanam.
3.Pemupukan 1 :
Pemupukan tanaman Timun suri dilakukan 5 kali setiap 10 hari sekali, dan Berikan pupuk pertama pada hari ke 10 sambil menyulam dengan dosis sebagai berikut :
a.Pemupukan ke 1 pada umur 10 hari :
Gunakan pupuk Nutrisi Ultradap dan urea dengan dosis 1 sendok makan dengan cara di benamkan di sekitar tanaman (10 cm dari batang tanaman) atau bisa juga di cor dengan cara dilarutkan ke dalam air lalu di siramkan disekitar pangkal batang tanaman buah timun suri
Penyemprotan ke 1 ;
Gunakan larutan pupuk daun Gandasil D dan Fungisida AJIAN 80WP, dengan dosis masing-masing 1 sendok makan dan larutkan kedalam Tangki (Hand Sprayer) isi 15 liter air, lalu semprotkan ke seluruh batang dan daun hingga rata, tujuanya untuk merangsang pertumbuhan tunas dan daun juga untuk melindungi tanaman buah timun suri dari penyakit.
Pada tahap ini lakukan penyiraman 2 hari sekali pada sore hari sampai hari ke 20.
b.Pupuk susulan ke 2 pada umur 20 hari:
Gunakan pupuk Ultradap di campur NPK PHOSKA dengan dosis masing-masing 1 sendok makan per tanaman ( 1 gundukan media tanam ada 2 tanaman berarti 2 sendok makan) dengan cara di benamkan di sekitar tanaman (10 cm dari batang tanaman) atau bisa juga di cor dengan cara dilarutakn ke dalam air lalu di siramkan disekitar pangkal batang tanaman buah timun suri.
Pada tahap ini lakukan penyiraman 2 hari sekali pada sore hari sampai hari ke 30.
Penyemprotan ke 2 :
Gunakan larutan pupuk daun Gandasil D dan Fungisida AJIAN 80WP, insektisida DIME-TAN 500SL dengan dosis konsentrasi masing-masing 1 sendok makan dan larutkan ke dalam Tangki ( Hand Sprayer) isi 15 liter air,lau semprotkan ke seluruh batang dan daun atas dan bawah hingga rata, tujuanya untuk merangsang pertumbuhan tunas dan daun, melindungi tanaman dari hama kutu dan penyakit.
Lakukan penyiraman 2 hari sekali pada sore hari.
c.Pupuk susulan ke 3 pada umur 30 hari :
Gunakan pupuk NPK PHOSKA dengan dosis 2 sendok makan per tanaman atau 4 sendok makan per gundukan media tanam dengan cara di benamkan di sekitar tanaman (10 cm dari batang tanaman) atau bisa juga di cor dengan cara dilarutkan ke dalam air lalu di siramkan disekitar pangkal batang tanaman buah timun suri.
Lakukan penyiraman 2 hari sekali pada sore hari.
Penyemprotan ke 3 :
Gunakan larutan pupuk daun Gandasil D dan Fungisida AJIAN 80WP, insektisida THREEMIX 550/100EC dengan dosis konsentrasi masing-masing 1 sendok makan dan larutkan ke dalam Tangki (Hand Sprayer) isi 15 liter air,lau semprotkan ke seluruh batang dan daun atas dan bawah hingga rata, tujuanya untuk merangsang pertumbuhan tunas, bunga dan daun, melindungi tanaman dari hama kutu, ulat dan penyakit.
Lakukan penyiraman 2 hari sekali pada sore hari.
Pasang kembali Moluksida TOXIPUT 5GR yang di campur dengan Bekatul secukupnya lalu di taburkan di sekitar tanaman buah timun suri dan di tempat-tempat yang di curigai adanya hama siput/keong racun dan limus sakeureut (sejenis Lintah) yang dapat merusak dan memakan batang dan daun tanaman.
d.Pupuk susulan ke 4 pada umur 40 hari;
Gunakan pupuk NPK PHOSKA dengan dosis 4 sendok makan per tanaman atau 8 sendok makan per gundukan media tanam dan tambahkan KNO3 Merah dan Boron dengan dosis 2 sendok makan per tanaman atau 4 sendok makan per gundukan media tanam, lalu di aduk hingga rata dan taburkan/benamkan dengan cara di sekitar tanaman (20 cm dari batang tanaman).
Penyemprotan ke 4 :
Gunakan larutan pupuk daun Gandasil B dan Fungisida AJIAN 80WP, insektisida THREEMIX 550/100EC dengan dosis konsentrasi masing-masing 1 sendok makan makan dan larutkan ke dalam Tangki ( Hand Sprayer) isi 15 liter air,lau semprotkan ke seluruh batang dan daun atas dan bawah hingga rata, tujuanya untuk merangsang pertumbuhan tunas, bunga, buah dan daun, serta melindungi tanaman dari hama kutu, ulat dan penyakit
e.Pemangkasan tunas air/Pruning :
Lakukang juga pemangkasan pucuk tanaman utama, agar tidak terus memanjang.
pada umur 40 sampai 60 hari ini adalah masa-masa yang sangat menentukan keberhasilan budidaya buah timun suri.
cara memangkasnya menggunakan gunting atau pisau cutter.
Usahakan pada umur 60 hari tunas air sudah di pangkas, sehingga tinggal mengurus calon buah timun suri dengan memberikan alas Jerami atau rumput-rumput kering agar buah timun suri tidak menyentuh langsung ke tanah.
Sekali-sekali lakukan pembalikan daun dengan tujuan agar ada persilangan serbuk sari bunga jantan dan betina.
Lakukan penyiraman 1 minggu sekali pada sore hari atau sesuai situasi.
f.Pupuk susulan ke 5 pada umur 50 hari;
Gunakan pupuk NPK PHOSKA dengan dosis 4 sendok makan per tanaman atau 8 sendok makan per gundukan media tanam dengan cara di benamkan di sekitar tanaman (20 cm dari batang tanaman), tambahkan KNO3 Merah dan Boron dengan dosis 2 sendok makan per tanaman atau 4 sendok makan per gundukan media tanam di campurkan dengan NPK PHOSKA atau bisa juga di cor dengan cara dilarutkan ke dalam air lalu di siramkan disekitar pangkal batang tanaman buah timun suri
Penyemprotan ke 5 :
Gunakan larutan pupuk daun Gandasil B dan Fungisida AJIAN 80WP, Insektisida THREEMIX 550/100EC dengan dosis konsentrasi masing-masing 1 sendok makan untuk 15 liter air, tujuanya untuk merangsang pertumbuhan buah, melindungi tanaman dari hama kutu, ulat dan penyakit.
Terus lakukan pangkas tunas air atau pruning setiap 2 hari, buang daun-daun tua, daun yang rimbun yang menutupi bunga, karena jika terlalu rimbun lebah tidak bisa masuk untuk mengawinkan bunga menjadi calon buah.
Pada penyemprotan selanjutnya diseuaikan dengan situasi, apabila ditemukan hama maka segera lakukan penyemprotan dengan dosis di 2 kali lipat.
Lakukan penyiraman 1 minggu sekali pada sore hari atau sesuai situasi.
g.Pada umur 60 hari , bakal buah sudah mulai bermunculan, pangkas batang setelah 2 daun dari bakal buah ke arah pucuk, agar batang tidak terus memanjang.
h.Dengan memangkas batang tersebut maka unsur hara akan terputus dan masuk ke buah.
Pemeliharaan setelah buah muda bermunculan :
1.Buang daun-daun tua yang berwarna kuning ke coklatan yang masih menempel di pangkal batang, agar tidak terlalu rimbun dan menutupi bunga timun suri.
2.Buang daun-daun yang subur di sepanjang sulur batang utama, agar sinar matahari dapat masuk ke sela-sela tanaman.
3.Bolak balik buah timun suri yang mulai besar agar bentuknya mulus, dan berikan alas dari Jerami, ilalang atau rumput kering, usahakan buah timun tidak menempel ke tanah.
4.Arahkan rambatan batang utama supaya tidak saling bertumpuk dan menjulur rapih.
Pemanenan :
Apabila anda tidak mau repot cara budidaya buah timun suri bagi pemula ini, silahkan di Download Tabel nya DISINI.
Demikian cara budibdaya buah timun suri untuk pemula, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Sabtu, Januari 10, 2026
Peluang usaha budidaya jagung hibrida Maxxi 2 cuan dengan sistim kemitraan
Apa itu Jagung Hibrida ?
Karakteristik Jagung Hibrida:
1. Produktivitas tinggi
2. Ketahanan terhadap penyakit dan hama
3. Adaptasi lingkungan yang luas
4. Kualitas biji yang lebih baik
Contoh varietas jagung hibrida yang populer di Indonesia adalah Bisi 18, ada juga varietas Pioneer, NK dan ada varietas yang sedang viral yaitu MAXXI 2 Cuan.
Peluang usaha budidaya jagung hibrida Maxxi 2 cuan dengan sistim kemitraan sangat menjanjikan, dan sudah banyak petani jagung yang berhasil, terutama untuk mendukung ketahanan pangan dan bahan pakan ternak dan berikut ini beberapa alasanya:
1. Permintaan tinggi: Jagung merupakan bahan pangan pokok dan pakan ternak yang sangat dibutuhkan, terutama saat ini banyak berdiri Peternakan ayam petelur yang di butuhkan untuk program Makan Bergizi gratis (MBG).
2. Produktivitas tinggi: Jagung hibrida memiliki produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan jagung biasa.
3. Kualitas baik: Jagung hibrida memiliki kualitas biji yang lebih baik, sehingga cocok untuk pakan ternak.
4. Dukung ketahanan pangan: Jagung dapat membantu mengurangi impor pangan dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.
5. Peluang ekspor: Jagung hibrida dapat diekspor ke negara-negara lain yang membutuhkan.
Langkah-langkah untuk memulai usaha tanam jagung hibrida ;
Langkah-langkah Peluang usaha budidaya jagung hibrida Maxxi 2 cuan dengan sistim kemitraan, Adalah sebagai berikut :
1. Memilih varietas yang sesuai dengan lahan dan iklim seperti Benih Jagung hibrida Maxxi 2 cuan.
2. Menggunakan teknologi budidaya yang tepat
3. Memiliki akses ke pasar yang stabil
4. Mengikuti standar kualitas yang dibutuhkan
Baca juga : cara budidaya jagung hibrida
Biaya Usaha Tani Tanaman Jagung Hibrida Dan Harga Jual :
Biaya usaha tani dan harga jual jagung hibrida bisa bervariasi tergantung beberapa faktor seperti lokasi, musim, dan kualitas benih. Namun, berikut beberapa perkiraan biaya dan harga jual jagung hibrida:
Biaya Usaha Tani Jagung Hibrida per Hektar secara umum :
- Biaya persiapan lahan: Rp 5.500.000 - Rp 5.620.000
- Biaya penanaman, pemeliharaan, panen, dan pasca panen: Rp 6.010.000 - Rp 6.600.000
- Biaya sarana produksi (benih, pupuk, pestisida): Rp 2.920.000 - Rp 5.100.000
- Total biaya: Rp 14.430.000 - Rp 15.820.000
Harga Jual Jagung Hibrida:
- Harga jual minimal: Rp 5.500 per kilogram
- Pendapatan kotor: Rp 55.000.000 (dengan produksi 10 ton per hektar)
- Keuntungan bersih: Rp 39.100.000 per hektar
Baca juga : RAB Jagung hibrida
Perlu di ingat bahwa biaya dan harga jual di atas hanya perkiraan dan bisa berbeda-beda tergantung kondisi lapangan. Pastikan anda melakukan analisis biaya dan pendapatan yang lebih akurat sebelum memulai usaha tani jagung hibrida Maxxi 2 cuan.
Program kemitraan tanam jagung dengan PT. Maxxi Agri Indonesia
PT. Maxxi Agri Indonesia merupakan salah satu perusahaan dibawah naungan satu grup dengan perusahaan distributor alat mesin pertanian merk “Maxxi” dan perusahaan integrator “Maxxi Tani”. Berfokus pada riset, produksi, dan penjualan sarana produksi pertanian seperti pestisida dan pupuk.
Program kemitraan tanam jagung dengan PT. Maxxi Tani Agri, menawarkan beberapa keuntungan bagi petani, seperti:
a) Penyemprotan menggunakan drone,
b) Mendapat benih dan paket Jagung Joss dengan sistim bayar separo dan bayar panen.
c) Teknologi: Penggunaan teknologi pertanian modern, seperti drone sprayer dan drone spreader.
d) Peningkatan Pendapatan: Peningkatan pendapatan petani melalui hasil panen yang lebih baik.
e) Pendampingan: Mendapatkan pendampingan dari tim lapangan Maxxi Tani yang handal.
f) Jaminan Pasar: Jaminan pasar yang pasti untuk hasil produksi jagung.
PT Maxxi Tani juga menyediakan benih jagung hibrida unggulan, seperti Maxxi 1 Tegap, Maxxi 2 Cuan, dan Maxxi 3 Berkah, yang tahan penyakit bulai, tahan kekeringan, dan memiliki potensi bertongkol 2.
Untuk bergabung dengan program ini, petani dapat menghubungi PT Maxxi Tani Agri, langsung untuk informasi lebih lanjut.
Persyaratan menjadi Mitra petani jagung dengan PT Maxxi tani agri ;
Untuk menjadi mitra petani jagung dengan PT Maxxi Tani Agri, anda bisa memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:
1. Lokasi: Harus berada di area yang dilayani oleh PT Maxxi Tani Agri, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, atau Sulawesi Selatan.
2. Benih: Menggunakan benih jagung hibrida unggulan dari Maxxi Agri, seperti Maxxi 1 Tegap, Maxxi 2 Cuan, atau Maxxi 3 Berkah.
3. Teknologi: Menggunakan teknologi pertanian modern, seperti drone sprayer dan drone spreader.
Demikian artikel Peluang usaha budidaya jagung hibrida Maxxi 2 cuan dengan sistim kemitraan, sebagai review yang dapat di sampaikan, dan kepada pengurus koperasi desa merah putih yang berminat menjadii Mitra silahkan buka tautan di bawah dan ikuti petunjuknya.
Minggu, Januari 02, 2022
1000 manfaat Buah Ciplukan atau Cecendet untuk kesehatan Tubuh
Buah Ciplukan atau Cecendet
Mengenal Buah Ciplukan
Buah Ciplukan yang tumbuh liar buahnya kecil-kecil sebesar kelereng atau sebesar buah ceri (kersen:sunda) dan yang tergolong sebagai buah ciplukan local, dan ada yang sebesar telur ayam atau bola kasti yaitu buah ciplukan yang di budidayakan, ciri-ciri buah Ciplukan terbungkus oleh kelopak, memiliki rasa agak asam kalau yang muda dan kalau yang tua atau sudah matang rasanya manis menurut doktermuslim.id dan dr.zaidulakbar.resep.
Baca Juga:Manfaat Daun Gedi bagi Ibu Hamil
Di Indonesia sendiri belum banyak yang membudidayakanya, Tanaman Ciplukan biasanya tumbuh liar di tanah yang baru di panen, tumbuh di segala iklim, baik didataran rendah (Sawah) atau di pegunungan (kebun), harga buah ciplukan pun cukup mahal antara 50.000 – 500.000 per kg nya tergantung jenisnya.
Anda membutuhkan Buah dan Bibit Ciplukan Lokal silahkan Chat Via WA di bawah.
| Kiri : Ciplukan Matang/Kanan : Ciplukan Muda |
Penyakit apa saja yang dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi Buah Ciplukan atau Cecendet untuk kesehatan Tubuh itu.?, yuk kita simak penjelasan berikutnya.
Buah dan daun ciplukan dapat mengobati dan mengendalikan 20-30 penyakit diantaranya :
1. Mengobati penyakit jantung koroner
2. Mengobati kanker Payudara
3. Mencegah dan mengobati Stroke
4. Mengobati Rematik
5. Menyembuhkan Flu dan batuk
6. Sebagai obat Asma
7. Membantu mengatasi diabetes
8. Menurunkan Panas /demam
9. Meredakan Batuk
10. Meningkatkan Kesehatan Mata
11. Bisulan
12. Kurap/Kudis
13. Mengatasi Tekanan darah Tinggi
14. Mengatasi Peradangan
15. Meningkatkan system kekebalan tubuh
16. Menguatkan Tulang
17. Melindungi Ginjal dan Hati
18. Baik untuk Ibu Hamil dan Perkembangan Janin
19. Membantu Penyakit Paru-paru
20. Obat Penyakit Kulit
21. Menjaga Kesehatan Kulit
22. Mencegah Penuaan Dini
23. Mengobati Epilesi atau Ayan
24. Mengobati Vertigo
25. Mengatasi Sariawan
26. Meluruhkan Air Seni
27. Membantu Menetralkan Racun
28. Memberikan Cadangan Energi
29. Menyembuhkan Penyakit Kelenjar Getah Bening
30. Mengatasi Nyeri Sendi
Jika anda ingin mengetahui cara meracik buah dan daun Ciplukan untuk pencegahan atau pengobatan silahkan kunjungi situs Sawitplus.
Jika membutuhkan Buah Ciplukan Lokal silahkan Chat Via WA di bawah, kami menyediakan juga Bibit Tanamanya untuk di budidayakan.
Demikian semoga bermanfaat.
Terimakasih.
(sumber : https://m.bola.com/ragam/read/41155105/20-manfaat-buah-ciplukan-untuk -kesehatan-yang-jarang-diketahui.html
Senin, Desember 27, 2021
Cara Mengukur PH Tanah yang Wajib dilakukan Petani
Pengertian PH Tanah
Dalam usaha budidaya tanaman tanah berfungsi sebagai media tanam dan sebagai sumber unsur hara dimana akar tanaman memperoleh nutrisi atau makanan. Petani belum banyak tahu Cara Mengukur PH Tanah yang Wajib dilakukan Petani, padahal Syarat utama media tanam yang baik adalah mengandung unsur hara yang cukup yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga tanaman mampu tumbuh dengan baik dan berproduksi secara maksimal sepanjang tahun.
Salah satu Faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha budidaya tanaman adalah Kadar Keasaman Tanah atau pH (Power Of Hydrogen) tanah yang wajib diketahui oleh para petani jika ingin berhasil dalam bercocok tanam, yaitu Derajat Keasaman atau Kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Dimana setiap tanah memiliki kadar keasaman (pH) yang berbeda-beda, apabila Tanah Asam/Masam maka harus di tambahkan Kapur Pertanian/Kaptan atau Dolomit, dan jika basa maka harus diturunkan dengan menaburkan belerang.
semua masalah tanaman seperti hama penyakit yang timbul di awali dari media tanam/tanahnya, dimana para petani terlalu menyepelekan keadaan tanah apakah sehat atau sakit di sebabkan belum tahu Cara Mengukur PH Tanah yang Wajib dilakukan Petani, tanah ini perlu apa sebenarnya. Demi menciptakan dan menginginkan tanamannya bagus dan mempunyai hasil yang melimpah, apapun akan dilakukan petani tanpa memperdulikan keadaan tanah dan itu adalah suatu pemborosan biaya usaha tani.
Baca Juga: Cara menanam cabai rawit bagi pemula lengkap
Permasalahan yang sering dihadapi oleh petani di lapangan dimana para petani minim Ilmu pengetahuan tentang pertanahan sehingga tidak pernah melakukan pengukuran pH tanah sebelum bercocok tanam, tetapi kebanyakan mereka paham dengan istilah pH tanah bahwa tanah tersebut asam atau basa, namun tidak pernah mengukurnya dengan alat ukur ph tanah, mereka hanya mengira-ngira dengan selalu terus menerus menambahkan pupuk kandang yang baru di ambil dari kandang seperti Kotoran Kambing atau Kotoran Ayam (Postal), dan padahal Pupuk Kandang tersebut Efektif di gunakan setelah terurai bakteri paling tidak 3-6 bulan setelah di diamkan.
Salah kaprahnya lagi para petani juga sekali-kali menaburkan Kapur Pertanian seperti Dolomite dengan jumlah yang di bawah kebutuhan, kemudian untuk menggenjot pertumbuhan agar hasilnya maksimal mereka menggunakan berbagai ZPT atau PPC untuk pertumbuhan akar dan buah, sungguh sangat di sayangkan karena mereka menghambur-hamburkan uang untuk membeli aneka pupuk dan pestisida yang tidak sesuai dengan kebutuhan sesungguhnya untuk pertumbuhan tanaman.
Saat ini perlu ada perubahan pola pikir petani untuk jangka panjang, agar selalu menjaga kesehatan dan kesuburan tanah terutama dengan mengukur pH tanah, agar masyarakat tani tau cara memperlakukan tanahnya.
Tahapan Menetralkan PH Tanah yang perlu dilakukan.
1. Pemecahan masalah
2. Pengapuran
3. penambahan Unsur hara atau pemberian pupuk kompos
4. Penyemprotan Herbisida
5. Pemberian Organisme Pengurai
6. Pemberian Pupuk Phospat.
Cara Mudah Mengetahui Tanah Masam atau Basa
Sebagian jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan kadar pH rendah (tanah asam) dan sebagian lainnya bisa tumbuh pada tanah yang ber pH tinggi (tanah basa). Akan tetapi sebagian besar tanaman yang sering dibudidayakan hanya bisa tumbuh pada tanah yang ber-pH Netral. Oleh karena itu setiap petani hendaknya wajib mengetahui kondisi tanah sebelum melakukan kegiatan budidaya tanaman karena media tanam sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu usaha budidaya pertanian. Seringkali kegagalan usaha pertanian disebabkan karena minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengetahui kadar keasaman lahan pertanian. maka dari itu Cara Mengukur PH Tanah yang Wajib dilakukan Petani harus digalakan.
Kadar pH Tanah
Kadar pH tanah diukur dalam skala pH (Power of Hydrogen) dengan rentang angka antara 0 hingga 14. Tanah dengan kadar pH 0 hingga 7 bersifat asam, sedangkan tanah dengan kadar pH antara 7-14 disebut basa. Tanaman yang dibudidayakan pada tanah ber pH rendah maupun tinggi tidak akan tumbuh dengan baik. Sebab pada tanah masam dan basa akar tanaman tidak mampu menyerap unsur hara dengan baik. Sebagian besar tanaman budidaya hanya mampu tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki kadar pH Netral, yaitu 7. pH minimal yang masih bisa ditoleransi oleh tanaman adalah 5,5.
Beberapa faktor penyebab rendahnya pH tanah;
1.Tercucinya unsur hara pada tanah akibat curah hujan yang tinggi,
2.Adanya unsur Aluminium (Al), Tembaga (Cu) dan Besi (Fe) yang berlebihan,
3.Drainase yang kurang baik sehingga menyebabkan tergenangnya air secara terus menerus dan dalam wakyu yang lama.
4.Terjadinya dekomposisi bahan organik yang berakibat keluarnya kalsium dari dalam tanah,
5.Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, terutama pupuk Nitrogen (Urea),
6.Tanah kekurangan unsur Magnesium (Mg) dan Kalsium (Ca).
4 Cara Mengukur dan Mengetahui pH Tanah
Cara mengetahui pH tanah dapat dilakukan dengan berbagai metode, baik secara tradisional maupun menggunakan pH meter tanah. Secara tradisonal, pH tanah dapat diketahui dengan memperhatiakn jenis tanaman yang tumbuh secara alami pada tanah tersebut dan menggunakan indikator dari bahan alami, misalnya kunyit. Berikut ini beberapa cara mudah mengetahui tanah asam (pH Tanah), baik secara tradisional maupun menggunakan alat pH Meter
1. Mengetahui pH Tanah Rendah/Asam dengan Indikator Tanaman
Tanaman liar yang tumbuh secara alami pada tanah asam dan basa berbeda-beda. Untuk mengetahaui bahwa tanah itu asam dapat di lihat apabila di atas tanah tersebut tumbuh tanaman Keduduk (Melastoma malabathricum). Senggani atauKemanden (Jawa) Harendong (Sunda), Senduduk atau Sikaduduk (Minang), Keduduk (Melayu). Jika suatu lahan banyak ditumbuhi tanaman tersebut maka mengindikasikan bahwa tanah tersebut memiliki kadar pH yang rendah atau masam.
|
|
2.Mengetahui pH Tanah Rendah/Asam Menggunakan Indikator Kunyit
Cara lain untuk mengetahui keasaman tanah adalah menggunakan kunyit. Rimpang kunyit dapat digunakan sebagai indikator kadar keasaman tanah. Caranya adalah sebagai berikut ;
1.Ambil rimpang kunyit seukuran jempol tangan, lalu potong menjadi Dua bagian.
2.Ambil sampel tanah dari 5 titik yang berbeda sekitar 1 sendok makan, dengan kedalaman 30cm dari permukaan tanah, yaitu 4 titik pada setiap pojok lahan dan 1 titik di tengah-tengah lahan,
3.Semua sampel tanah dijadikan satu dalam wadah lalu campurkan secara merata, jemur angin-anginkan tidak terpapar matahari langsung selama 15 menit. Tujuannya agar tanah yang akan diukur pHnya merupakan bagian yang rata dari lahan kita.dan dibasahi dengan air secukupnya, kemudian diaduk hingga tercampur homogeny/merata (macak-macak)
4.Satu bagian kunyit dimasukkan kedalam adonan tanah tersebut dan biarkan selama 30 menit, kemudian angkat,
5.Selanjutnya bandingkan warna kunyit dengan potongan kunyit yang tidak dimasukkan kewadah berisi adonan tanah,
6.Jika warna bagian yang terpotong tadi pudar berarti tanah asam.
7.pH tanah netral jika hasil potongan kunyit tadi berwarna tetap cerah.
8.Jika warna kunyit biru berarti tanah cenderung basa.
3.Mengukur pH Tanah Menggunakan Kertas Lakmus
Kedua cara diatas memang sudah cukup membantu kita dalam mendeteksi kadar keasaman suatu lahan pertanian, namun kita tidak dapat mengetahui dengan pasti angka pH-nya. Sehingga kita masih mengalami kesulitan dalam perlakuan tanah tersebut. Misalnya ketika kita akan melakukan pengapuran untuk menaikkan pH tanah, kita tidak tahu pasti berapa dosis kapur yang harus diberikan. Untuk itu kita perlu mengukur pH tanah menggunakan suatu alat, salah satunya adalah kertas lakmus. Cara mengukur pH tanah menggunakan kertas lakmus adalah sebagai berikut :
1. Ambil sampel tanah dari 5 titik yang berbeda sekitar 1 sendok makan,, dengan kedalaman 10-20cm, yaitu 4 titik pada setiap pojok lahan dan 1 titik di tengah-tengah lahan,
2. Semua sampel tanah dijadikan satu dalam wadah dan dibasahi dengan air dengan perbandingan 1:1, kemudian diaduk hingga tercampur rata,
3.Biarkan selama kurang lebih 15-20 menit sehingga tanah mengendap (air dan tanah terpisah),
4.Celupkan ujung kertas lakmus pada air selama 1 menit dan jangan sampai menyentuh tanah yang mengendap.
5.Tunggu beberapa saat sampai kertas lakmus atau pH Indikator berubah warnanya.
6.Setelah warnanya stabil, cocokan warna yang diperoleh oleh kertas lakmus atau pH indikator tadi dengan bagan warna petunjuknya.
4.Mengukur pH Tanah Menggunakan pH Meter
Cara yang paling mudah, praktis dan akurat jika dibandingkan dengan ketiga cara diatas. Dengan menggunakan pH Meter bisa langsung diketahui berapa skala pH tanah tersebut, sehingga mempermudah kita dalam memberikan perlakuan. Cara menggunakan pH meter tanah sangat mudah dan praktis, yaitu cukup dengan menusukkan ujung alat pH meter pada keempat ujung titik lahan dan satu titik ditengah-tengah lahan. Hasil yang diperoleh pada skala pH akan menunjukkan angka yang sudah dirata-ratakan.
Mengukur kadar keasaman tanah menggunakan pH Meter sangat mempermudah kita dalam pemberian dosis kapur pertanian. Karena angka atau skala pH hasil pengukuran dapat diketahui dengan pasti. Secara umum untuk menaikkan 1 tingkat skala pH membutuhkan 2 ton dolomit (kapur pertanian) setiap hektar.
Misalnya jika hasil pengukuran menunjukkan angka skala pH 6 maka untuk memperoleh pH 7 (Netral) dalam satu hektar lahan dibutuhkan 2 ton dolomit. Jika hasil pengukuran menunjukkan angka 4, maka dalam satu hektar dibutuhkan 6 ton dolomit untuk memperoleh pH netral (7.0). Pengukuran pH tanah dan pemberian dolomit atau pengapuran sebaiknya dilakukan saat pengolahan lahan, sehingga ketika benih atau bibit ditanam pH tanah sudah benar-benar stabil
Demikian yang dapat Dukun Tani jelaskan kepada para Sahabat Petani, Cara Mengukur PH Tanah yang Wajib dilakukan Para Petani saat ini, agar hasil panen melimpah dan maksimal, para petani harus berani merubah Pola Pikir, kami sangat senang apabila para petani hasil panenya melimpah, setelah membaca artikel ini dukun tani berharap para petani mencobanya paling tidak 1 kali seumur hidup, dan kami hanya membutuhkan do’a agar kami sehat sehingga dapat membuat artikel-artikel pertanian yang berguna lainnya.
Semoga bermanfaat.
Selanjutnya: cara mengukur ph tanah yang wajib dilakukan petani
Sumber Gambar : https://medcenterdkskr.tumblr.com/post/156426013571/perbedaan-ph-meter-dan-lakmus
Sabtu, Desember 25, 2021
Cara membuat PLOT Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman
Pengertian Plot Pengamatan Hama &Penyakit
Plot pengamatan adalah satu atau beberapa titik sekumpulan Tanaman dalam areal pertanaman yang di budidayakan, sebagai bahan acuan untuk melakukan aplikasi atau pengendalian hama dan penyakit pada areal pertanaman tersebut sesuai jadwal pemeliharaan. Petani wajib mempraktekannya untuk membuat Plot Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman pada areal pertanaman yang di budidayakan, karena selain pengendalian hama akan tepat sasaran, biaya Pengendalian pun dapat lebih efisien.
Banyak petani tidak menggunakan Plot Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman, padahal Plot ini sangat penting untuk mengontrol perkembangan atau populasi hama dan penyakit yang menyerang tanaman yang sedang di budidayakan.
Dalam mengamati hama dan penyakit tanaman yang biasanya dilakukan oleh para petani konvensional yaitu dengan cara mengamatinya secara berpindah-pindah tanaman bahkan hanya di lihat dari kejauhan tanaman mana yang banyak terserang oleh hama atau penyakit, lalu mencari Pestisida yang cocok untuk mengendalikannya, padahal dengan cara seperti itu kurang akurat sebab belum tentu secara keseluruhan hama atau penyakit tersebut harus di semprot pestisida, sehingga akan mubajir karena secara global dalam pertanaman tersebut serangan hama belum mencapai Batas Ambang Ekonomi.
Apa sih Ambang Ekonomi Hama danPenyakit tanaman..?
Ambang Ekonomi (AE) adalah kepadatan populasi hama yang memerlukan tindakan pengendalian untuk mencegah terjadinya peningkatan populasi mencapai Aras Luka Ekonomi (ALE). Sedangkan Aras Luka Ekonomi (ALE) adalah keadaan dimana kepadatan populasi terendah yang dapat mengakibatkan kerusakan ekonomi. Secara konsepsi letak Ambang Ekonomi (AE) berada di bawah Aras Luka Ekonomi (ALE), dengan mengetahui Ambang Ekonomi hama dan penyakit tanaman maka kita dapat menentukan untuk memilih pestisida apa yang harus di gunakan untuk mengendalikannya.
Petani terkadang merasa khawatir apabila tanamannya terserang oleh banyak hama, sebab belum tau Cara membuat PLOT Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman, dan lalu mencari Racun Pestisida yang kandunganya tinggi bahkan di campur 2—3 bahan aktif yang termasuk golongan pyretroid, padahal belum tentu hama tersebut mati, maka dari itu kami berharap kepada para petani gunakanlah racun pestisida dengan bijaksana artinya, gunakan sesuai tujuan dan sasaranya, karena bahan aktif dari racun pestisida yang beredar di pasaran masing—masing ada perbedaan baik dari jenis bahan aktifnya atau jumlah kandungannya, maka cara dan jumlah aplikasinyapun berbeda.
Satu hal lagi petani terkadang panatik terhadap Merek Dagang racun Pestisida, dan tidak mau berpindah kepada Merek lain itupun salah besar, kami menghimbau janganlah melihat Merk dagangnya melainkan lihat bahan Aktif dan golongannya, karena Racun Pestisida semuanya bagus untuk hama sasaranya seperti yang tertulis pada label kemasanya.
Petani Wajib Tau : Jenis Pestisida, Golongan Senyawa Kimia, Nama Bahan Aktif
Kembali ke judul artikel ini yaitu cara Membuat Plot Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman, kami akan menjelaskan bagaimana cara Perusahaan dalam bidang Pertanian, dan Perkebunan jika tidak ada Plot Pengamatan Hama dan penyakit, tentunya sangat sulit untuk menentukan kapan dan jenis racun apa yang harus di aplikasikan untuk mengendalikan hama yang menyerang Tanamannya, maka dari itu di setiap Blok Pertanaman ada Plot Pengamatan Hama dan Penyakit yang di kontrol paling tidak 7 hari sekali.
Tahapan Membuat Plot Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman
Kita langsung saja kepada permasalahan yaitu membuat Plot pengamatan hama dan Penyakit Tanaman, untuk membuatnya ada rumus dan ukuran tertentu di sesuaikan deengaan luas area tanam.
Plot Pengamatan hama dan Penyakit Tanaman minimal 3 Titik dan maksimal 5 titik per luas area tanaman, dengan rumusnya adalah sebagai berikut:
Katakanlah Area Tanam berbentuk persegi empat memanjang misalnya 100 m X 25m, dan akan di buat 3 Titik Plot Pengamatan, dan cara menentukan titiknya adalah sebagai berikut :
1.Siapkan Patok/Ajir dari bamboo sebanyak 12 batang, dengan ukuran Panjang 120 Cm, dan Tebal 3Cm, lalu Runcingkan di salah satu ujungnya untuk di tancapkan ke dalam tanah, lebih bagus Patok tersebut di cat Putih/Kuning sebagai tanda.
2.Tulis pake Spidol di ujung atas patok masing-masing :
PLOT 1 : PI.1, PI.2, PI.3 dan PI.4
PLOT 2 : PII.1, PII.2, PII.3 dan PII.4
PLOT 3 : PIII.1, PIII.2, PIII.3 dan PIII.4
3.Tandai setiap pojok area tanam dengan Kode A,B,C dan D searah jarum jam.
4.Yang akan di gunakan Plot misalnya Titik A garis Silang ke Titik C, maka akan dapat di tentukan Titik Kordinat Plot agar dapat mewakili seluruh area yaitu :
Membuat Plot I.
Ukur 10 Langkah dari Titik A ke Titik B (1 langkah di asumsikan 1m), lalu beri tanda = A1.
Ukur 10 Langkah dari Titik A ke Titik D, lalu beri tanda = A2.
Ukur 10 Langkah dari titik A1 (masuk ke tengah area) sejajar dengan Titik A-D , lalu tancapkan Patok : PI.1
Ukur 10 Langkah dari Titik A2 (masuk ke tengah area) sejajar dengan Titik A-B , dan pastikan bertemu di titik PI.1, dan Patok PI.1 tersebut adalah sudut Plot yang menghadap ke sudut A.
Selanjutnya Ukur 100 cm ( 1 Langkah) dari Patok PI.1, sejajar dengan Titik A-B, lalu Tancapkan patok PI.2
Ukur 100 cm ( 1 Langkah) dari Patok PI.1, sejajar dengan Titik A-D, lalu Tancapkan patok PI.3
Ukur 100 cm ( 1 Langkah) dari Patok PI.2, sejajar dengan Patok PI.3,lalu Tancapkan patok PI.4
Maka Terbentuklah Plot I Pengamatan Hama dan Penyakit dengan ukuran 1m2, dan di dalam Plot tersebut akan ada beberapa rumpun tanaman tergantung dari jenis tanaman serta jarak tanam. bisa 6 atau 10 rumpun tanaman , atau bisa saja lebih jika yang di tanam adalah tanaman Kedelai misalnya.
Baca juga : Cara Menanam Cabe Rawit bagi Pemula
Membuat Plot II .(Plot Tengah)
Ukur 10 Langkah dari Titik B ke A lalu di bagi 2 dan beri tanda= B1
Ukur 10 Langkah dari Titik B ke Titik C, lalu di bagi 2 dan beri tanda =B2
Ukur dari B1 ke arah tengah area sejajar dengan B2. Lalu tancapkan Patok PII.1.
Ukur dari B2 ke arah tengah area sejajar dengan B1 dan bertemu dengan patok PII.1, dan patok PII.1 ini adalah sudut plot yang berhadapan dengan titik B.
Selanjutnya Ukur 100 cm ( 1 Langkah) dari Patok P2.1, sejajar dengan Titik B -A, lalu Tancapkan patok PII.2
Ukur 100 cm ( 1 Langkah) dari Patok PII.1, sejajar dengan Titik A-D, lalu Tancapkan patok PII.3
Ukur 100 cm ( 1 Langkah) dari Patok PII.2, sejajar dengan Patok PII.3,lalu Tancapkan patok PII.4
Maka Terbentuklah Plot 2 di Tengah Area Pertanaman dengan ukuran 1m2
Baca Juga : Menanam Cabe Merah Keriting Lengkap Bagi Pemula
Membuat Plot III.
Ukur 10 Langkah dari Titik C ke Titik D (1 langkah di asumsikan 1m), lalu beri tanda = C1.
Ukur 10 Langkah dari Titik C ke Titik B, lalu beri tanda = C2.
Ukur 10 Langkah dari titik C1 (masuk ke tengah area) sejajar dengan Titik C - B , lalu tancapkan Patok/ajir dengan kode : PIII.1
Ukur 10 Langkah dari Titik C2 (masuk ke tengah area) sejajar dengan Titik C - D , dan pastikan bertemu di titik PIII.1, dan Patok PIII.1 tersebut adalah sudut Plot yang menghadap ke sudut C.
Selanjutnya Ukur 100 cm ( 1 Langkah) dari Patok PIII.1, sejajar dengan Titik C - D, lalu Tancapkan patok PIII.2
Ukur 100 cm ( 1 Langkah) dari Patok PIII.1, sejajar dengan Titik C - B, lalu Tancapkan patok PIII.3
Ukur 100 cm ( 1 Langkah) dari Patok PIII.2, sejajar dengan Patok PIII.3,lalu Tancapkan patok PIII.4
Maka Terbentuklah Plot III dengan ukuran 1m2.
Apabila masih bingung untuk membuat Plot tersebut, silahkan lihat Gambar/Denah Plot di bawah ini.
| Contoh PLOT Pengamatan Hampen |
Cara Pengamatan Hama dan Penyakit
Setelah ke 3 Plot terbentuk dalam satu hamparan area tanam, untuk selanjutnya dapat dilakukkan Pengamatan hama dan Penyakit, lakukan pengamatan paling sedikit 3 X dalam 1 minggu.
Jumlah Tanaman yang ada di dalam Kotak Plot, harus di beri nomor mulai dari nomor 1 sampai dengan nomor sekian tergantung banyaknya tanaman, dengan Kode untuk PLOT I yaitu : PI.t1, PI.t2, PI.t3, PI.t4 dst…… yang artinya : PI=PLOT I, dan t1= Tanaman ke 1.
| Cara Mengamati Hama |
Setelah seluruh tanaman dalam plot di beri Nomor, maka anda harus membuat Jadwal pengamatan yang mengacu kepada jadwal Tanam sampai Panen, juga anda harus memasukan atau mempunyai daftar nama Hama dan Penyakit apa saja yang biasanya menyerang tanaman yang sedang akan dibudidayakan, termasuk batas ambang ekonomi.
Petani Cabe Wajib Mengetahui : Hama dan Penyakit Tanaman CABAI
Setelah anda mempunyai List daftar hama dan Penyakit, maka anda sudah bisa untuk memulai pengamatan di lapangan dengan cara sebagai berikut :
1.Untuk Pengamatan hama , Hitung semua hama di setiap rumpun tanaman, di balik daun, di batang, di sela-sela ranting, dll, sesuai jenisnya dan catat di buku Pengamatan Hama Penyakit yang sudah di siapkan, cara menghitungnya harus hati-hati dan hama tidak harus di sentuh, cukup dengan di amati dan hitung jumlahnya.
2.Untuk Pengamatan Penyakit, yang di hitung adalah Daun yang terserang, anda harus belajar dan paham tentang ciri-ciri Penyakit tanaman yang akan di budidayakan.
3.Setelah selesai pengamatan dan di catat di Buku Pengamatan Hama dan Penyakit, maka jumlahkan masing—masing hama di 3 Plot tersebut sesuai jenisnya lalu di bagi 3 untuk mendapatkan Rata-rata populasi.
4.Setelah di ketahui Rata-rata populasi hama dan Penyakit yang menyerang, maka anda harus bandingkan dengan Buku khusus Ambang Batas Ekonomi , apakah hasil rata-rata dari pengamatan tersebut perlu dilakukan tindakan pengendalian atau Tidak, dan jika harus dilakukan pengendalian, golongan racun apa yang harus di gunakan dan berapa dosisnya.
| Beberapa Hama penyakit tanaman cabe |
Hati-hati jangan Meracik Pestisida sembarangan, anda harus mengerti terlebih dahulu Kandungan Bahan Aktifnya, mencampur dengan bahan aktif yang sama tidak akan efektif bahkan menjadi boros biaya, jika anda ingin belajar Meracik Pestisida yang benar dan tepat silahkan baca Cara Pencampuran Pestisida Yang Tepat .
Demikian semoga bermanfaat
Jumat, Desember 24, 2021
Menanam Cabe Merah Keriting Lengkap bagi Pemula
Apa itu cabe merah?
Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura penting yang dibudidayakan secara komersial, hal ini disebabkan selain cabai memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap juga memiliki nilai ekonomis tinggi yang banyak digunakan baik untuk konsumsi rumah tangga maupun untuk keperluan industri makanan (Jannah,2010)
Menurut Marliah (2011) Cabai merah memberikan warna dan rasa yang dapat membangkitkan selera makan, banyak mengandung vitamin dan dapat juga digunakan sebagai obat-obatan, bahan campuran makanan dan peternakan.
Tanaman cabe berasal dari Benua Amerika yang beriklim subtropis dan tropis. Kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia. Tanaman cabe dapat tumbuh didataran rendah maupun dataran tinggi.
Sebelum bercocok tanam Cabe Merah Keriting Lengkap bagi Pemula dengan benar, ada baiknya para sahabat Dukun Tani mengetahui terlebih dahulu keluarga, profil, nama ilmiah dari cabe merah keriting tersebut yaitu sebagai berikut:
Nama umum Tanaman Cabe disetiap negara.
Indonesia : Cabai, Cabe Merah, Lombok Gede (Jawa), Cabe (Sunda),
Inggris : Chili Pepper
Philipina : Siling Haba
Cina : La Jia
Klasifikasi Tanaman
Kingdom : Plantae (Tumbuh-tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Tumbuhan yang menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan yang dapat berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (Bijinya berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae (Termasuk suku terung-terungan)
Genus : Capsicum
Spesies : Capsicum annum L
Selanjutnya mari kita bahas lebih lanjut mengenai cara menanam Cabe Merah Keriting Lengkap bagi Pemula dengan benar.
Syarat Tumbuh Tanaman Cabe Merah Keriting
Menurut pengalaman saya ada 4 faktor syarat tumbuh tanaman cabe merah keriting yang paling utama yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang cabe merah keriting selain beberapa faktor lainya yaitu faktor Iklim, Jenis Tanah,Suhu dan Benih.
Iklim :
Kondisi iklim di Indonesia cocok untuk budidaya cabe merah keriting dimana matahari bersinar penuh. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 1400 meter diatas permukaan laut (dpl). Di dataran tinggi, cabe merah keriting masih bisa tumbuh namun produksinya tidak maksimal.
Jenis Tanah :
Tanaman cabe merah keriting dapat tumbuh pada hampir semua jenis tanah, namun akan lebih baik pertumbuhanya pada tanah yang porositasnya baik dan gembur, kaya organik, subur, air tidak mudah menggenang dan tidak mudah terserang penyakit dengan pH (Power of Hydrogen) –Derajat Keasaman Tanah-nya antara 5.5 sampai 6.8.
Suhu;
Suhu yang optimal untuk pertumbuhan cabe merah keriting, antara 24-28 derajat Celcius. Pada suhu yang terlalu dingin dibawah 15 atau panas diatas 32 pertumbuhan akan terganggu. cabe merah keriting bisa tumbuh pada musim kemarau asal mendapatkan pengairan yang cukup dengan Curah Hujan berkisar antara 800-2.000 mm per tahun dan kelembaban 80%.
Baca juga : Cara Membuat PLOT Pengamatan Hama dan Penyakit
Bibit;
Masyarakat mengenal dua jenis cabe merah, yakni cabe merah besar dan cabe merah keriting. Perbedaan kedua jenis cabe ini terlihat dari bentuk dan tekstur kulitnya.
Dari dua jenis itu, terdapat puluhan bahkan ratusan varietas, dari yang lokal hingga hibrida. Setiap varietas memiliki ciri khas pertumbuhanya masing-masing. Untuk memilih jenis mana yang akan dibudidayakan, sebaiknya pilih varietas yang paling cocok dengan kondisi lapangan di daerah masing-masing.
Lihat : Jenis-jenis Tanaman Cabe di seluruh dunia
Benih untuk budidaya cabe bisa didapatkan dengan dua cara, yaitu :
1.Membeli di toko benih atau kios Pupuk dan Pestisida
2.Membuat atau membenihkan sendiri
Pemilihan Benih Cabe Merah Keriting
Pada saat memilih bibit cabe Anda harus memilih varietas yang paling cocok untuk daerah Anda. Anda bisa membeli benih bibit cabe di toko Bibit Bunga atau di Toko Pertanian di daerah anda atau jika partai besar bisa langsung ke pusatnya, atau membuatnya sendiri. Untuk jenis cabe merah hibdrida lebih baik membeli di industri benih cabe yang sudah menggunakan teknologi modern seperti ke Perusahaan Penangkaran Benih Cabe Panah Merah. Sedangkan untuk varietas lokal, Anda bisa membelinya di sesama petani yang sudah memilih atau menyeleksi bibitnya sendiri dari hasil panen sebelumnya.
Pembibitan Dan Penyemaian
1.Setelah tumbuh, bibit akan saling berhimpitan, sinar matahari hanya menyinari daun bagian atas nya saja, sehingga bibit akan tumbuh tinggi dan kurus.
2.Akar saling tumpang tindih dan banyak yang patah pada saat akan pindah tanam.
3.Akar mengalami Stagnasi karena posisi akar akan teerjepit tanah pada saat di tanam, sehingga membutuhkan waktu untuk kembali ke posisi normal.
4.Membutuhkan Benih yang banyak karena banyak yang mati dan pertumbuhan tidak rata sehingga kurang efisien dalam penyediaan benih (pemborosan).
Dan kami menghimbau Tinggalkan metode Penyemaian Benih dengan cara seperti ini, sebab Petani lain sudah menggunakan Teknologi.
Banyak yang Baca Artikel ini : Cara Menanam Pare atau Paria
Yang paling baik dan benar serta efisien adalah dengan cara menyemai benih cabe merah keriting dengan menggunakan polybag kecil yang dapat terbuat dari daun Pisang, Kulit Pohon Pisang atau Plastik Bening ukuran 5 X 8 Cm yang dijual di Toko plastik atau menggunakan Pot Tray penyemaian, Meskipun dengan metode ini membutuhkan lahan yang agak luas dan membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk menanamkan benih cabe ke dalam Polybag, namun banyak keuntungannya yaitu :
1.Benih Tumbuh rata
2.Pada saat pindah tanam benih akan tetap segar (tidak ada stagnasi) karena posisi akar tidak berubah.
3.Akar tidak patah
4.Cadangan bibit akan tumbuh sama dengan Bibit yang di tanam.
5.Menanam ke dalam polybag bisa siang atau malam di teras rumah sambil ngerumpi.
Untuk membuat media penyemaian dengan menggunakan Polybag sangatlah mudah yaitu sbb:
1.Buatkan adonan Media Tanam (Metan) dengan cara mencampur Tanah, Arang sekam yang sudah di bakar dan kompos atau kotoran kambing yang di haluskan dengan perbandingan 2:1:1. Jika Anda tidak menggunakan sekam Anda bisa menggunakan tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1. Sebelum semua media tersebut dicampur, Anda harus mengayaknya terlebih dahulu supaya halus, daaan agar cepat terurai maka tambahkan EM4 Pertanian + Gula Pasir yang di larutkan ke dalam air sesuai dosis, kemudian di tutup dengan terpal/plastik warna gelap dan biarkan selama 1-2 minggu, maka metan akan gembur dan terurai bakteri yang di hasilkan EM4.
2.Sambil menunggu Metan rendam benih Cabe Keriting dengan air hangat kuku selama 3-6 jam, dalam wadah baskom plastik warna gelap, buang benih yang mengambang, tambahkan parutan bawang merah 1 -2 siung untuk mempercepat keluar tunas akar, lalu tutup menggunakan kantong kresek warna hitam, dan simpan di tempat yang gelap atau tidak terkena sinar matahari langsung.
3.Setelah 3-6 jam benih di rendam, angkat dan tiriskan ke dalam Kain kaos atau Kertas tisue lalu di peram, simpan di tempat gelap, jangan lupa dsiram setiap hari agar tetap lembab, dan pada hari ke 7 biasanya tunas akar (touge) sudah mulai keluar, dan siap di pindahkan ke polybag.
4.Setelah benih di pindahkan ke polybag, susun polybag yang sudah di isi ¾ metan di halaman yang lebih luas, buat pembatas bedengan pembibitan dengan menggunakan bamboo, ukuran lebar 50Cm dan jarak antar bedengan 40cm, dan panjang di sesuaikan halaman, kemudian tutup dengan kertas koran agar tetap lembab dan benih akan lebih aman dari hama penyakit apabila di naungi dan di tutup keliling oleh Paranet (Jaring penahan sinar matahari), jangan lupa di siram menggunakan alat semprot Burung atau Handsprayer agar metan tetap basah.,
5.Setelah daun pertama dan kedua keluar, maka buka plastik penutup, dan siram setiap hari pagi dan sore
6.Setelah keluar daun ke 3 dan ke 4, maka Bibit Cabe Keriting siap di pindah tanam ke lapangan.
Baca Tentang : Cara Menyemai benih Cabe yang benar
Pengolahan Tanah
Tanah yang bagus untuk budidaya cabe merah keriting adalah yang porositasnya baik dan gembur.
1.Sebelum mengolah tanah Periksa terlebih dahulu pH Tanah nya dengan cara mengukurnya menggunakan Lakmus atau alat pengukur pH atau secara Tradisional menggunakan Kunyit, pH tanah yang bagus untuk budidaya cabe merah adalah sekitar 5,5 sampai 6,8. Jika terlalu asam (rendah) pertumbuhan daun cabe akan cepat terserang virus dan pucat serta tanah mudah ditumbuhi ilalang dan untuk menetralisir nya bisa menggunakan Dolomite atau Kapur Pertanian (Kaptan) dengan dosis 2 sampai 4 ton per hektar, pada saat pengolahan tanah atau membuat bedengan.
2.Lakukan pengolahan tanah sebanyak dua kali, yaitu pada pengolahan tanah pertama cangkul tanah dengan kedalaman 20 sampai 40 cm, dengan cara membalikan tanah bagian bawah berpindah ke atas agar terkena sinar matahari dan biarkan selama 2 minggu.
3.Pada Pengolahan Tanah ke dua buatlah Bedengan atau Guludan dengan tinggi 30 sampai 40 cm dan lebar atas 80 cm, lebar bawah 100 cm. Jarak setiap bedengan 40 cm, panjang bedengan di sesuaikan dengan keadaan lahan, namun usahakan maksimal panjang bedengan adalah 15 meter. Jangan lupa untuk membuat saluran drainase yang benar. Tanaman cabe akan mati jika terkena genangan air yang terlalu tinggi.
4.Pada saat proses pengolahan tanah kedua taburkan pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton, KCL 200 kg dan pupuk urea 350 kg per hektarnya, lebih baagus lagi tambahkan racun Carbofuran untuk membunuh Uret.
1.Erosi
2.Menjaga kelembaban tanah (tanah akan tetap gembur)
3.Menjaga kebersihan dan mengendalikan pertumbuhan gulma
4.Mengendalikan Penyakit, Hama Trips dan Aphids, Karena daun bagian bawah akan tersinari matahari yang di pantulkan oleh warna perak mulsa.
5.Dalam setiap bedengan dibuat lubang tanam dengan diameter sekitar 10 cm, dan Jarak lubang 40 x 50 cm, atau 40 x 60 cm. agar lebih bagus buat lubang secara zig zag. Hal ini dapat membantu mengatur penetrasi sinar matahari dan sirkulasi udara.
| Mulsa |
Penanaman Bibit Cabe Merah Keriting
Bibit cabe merah keriting dapat dipindahkan dari persemaian/Polybag jika sudah berumur 3 minggu dan bibit memiliki 3 sampai 4 helai daun. Proses penanaman harus dilakukan pada pagi atau sore hari. Hal ini dilakukan supaya tanaman cabe tidak stres. Kalau bisa penanaman harus dilakukan secara bersama dalam satu hari.
Cara penanamannya sangat mudah. Sobek polybag terlebih dahulu. Kemudian masukan bibit cabe merah dan media tanamnya ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan. Usahakan media semai jangan sampai rusak atau pecah. Kemudian siram supaya kelembabannya tetap terjaga.
Perawatan Dan Pemeliharaan
Lakukan perawatan dan pemeliharaan secara rutin ;
1.Pada musim kering harus sering di siram, penyiraman dapat dilakukan dengan cara penggenangan (Sunda: di leb) selama 6 Jam, setiap dua minggu sekali saja atau di siram menggunakan mesin penyiram setiap sore (Jam 15.00 ke atas) dengan interval 3 hari sekali, Jika tanaman belum begitu kuat Anda harus melakukan penyiraman secara hati-hati supaya tidak merusak tanaman.
2.Pada dua minggu pertama, lakukan pemeriksaan biasanya ada saja tanaman yang mati karena di makan hama ulat Punggel/ulat batan, di gerek jangkrik, atau busuk Pangkal Batang karena tergores waktu Pindah tanam (Jika bibit di ambil dari Pesemaian Konvensional) dan lakukan penyulaman, Jika ada pertumbuhan cabe merah yang tidak normal atau mati segera dicabut dan gantikan dengan bibit cabe yang baru.
| Hama & Penyakit Tanaman Cabe |
Unttuk menekan hama penggerek batang, gunakan racun kontak dan Sistemik berbahan akif Carbofuran bentuk butiran atau tepung ( Furadan 3G atau Marshal 25ST), campurkan dan adduk hingga rata dengan ampas gergaji atau sekam padi, lalu taburan di sekeliling batang tanaman.
6.Pasang ajir (bambu penopang batang tanaman agar tidak patah), sekitar 4 cm dari bagian pangkal batang, pada hari ke 7 setelah bibit dipindahkan. Jika umur tanaman sudah terlalu besar, akan merusak bagian perakaranya, jika akar rusak maka tanaman cabe mudah terserang hama penyakit.
| Pemasangan Ajir Penopang Tanaman |
7.Setelah tanaman tumbuh tinggi ikat pada bagian ajir yang menempel ada batang tanaman satu persatu lalu ikat sekeliling bedengan bagian luar.
8.Potong Tunas Air pada umur 3 mingguan untuk tanaman cabe yang ditanam pada dataran rendah dan sekitar 1 bulan pada dataran tinggi.
Tunas Air adalah yang terletak dibagian ketiak daun. Pemotongan harus dilakukan sampai cabang utama terbentuk. Hal ini bisa ditandai dengan munculnya bunga pertama.
9.Untuk pemupukan dilakukan setiap dua minggu sekali. Kurang lebih 8 kali sampai panen. lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk cair. Siramkan (di cor) sebanyak 100 ml pada setiap tanaman. Anda juga bisa menambahkan pupuk NPK untuk pertumbuhan lebih efektif. Jangan lupa untuk selalu membersihkan gulma secara rutin.
10.Pengendalian hama penyakit juga harus dilakukan sebaik mungkin karena cabe merah sangat rentan oleh hama penyakit, ada beberapa cara untuk mengendalikan hama penyakkit dan kapan waktunya untukk di semprot pestisida, diantaranya yaitu dengan cara membuat Plot Pengamatan hama Penyakit sebanyak 3-5 Titik menyilang per blok area tanam (5 Titik akan lebih baik), setiap Titik di pasangi bambu 4 buah, dengan jumlah tanaman antara 4-6 Tanaman, jarak dari galengan 5-10 m, dan di amati di hitung hama dan penyakit apa saja yang ada pada tanaman 2- 3 hari, dalam hal ini anda harus punya buku populasi Hama yang dapat anda minta ke PPL di daerah anda atau formulator Pestisida seperti PT.Bayer, Syngenta, dll. Buku tersebut sangat penting untuk mengetahui ambang batas ekonomi pengendalian hama peenyakit dan harus menggunakan raaccun apa daalam kkondisi populassi hama yang di amati tersebut.
Pemanenan Cabe Merah Keriting
Proses terakhir dalam budidaya cabe merah keriting adalah proses panen. Pemanenan cabe merah keriting dilakukan setelah berumur 75 sampai 85 hari. Anda bisa melakukan pemanenan beberapa kali sesuai dengan teknik budidaya, jenis varietas cabe dan kondisi lahannya. Proses pemanenan dapat dilakukan setiap 2 sampai 5 hari sekali. Anda bisa menyesuaikan dengan keadaan pasar dan kematangan cabe merah keritingnya.
Supaya buah cabe dapat bertahan lama, harus dipetik dengan tangkainya. Lakukan pemetikan buah cabe setiap pagi hari sekitar pukul 5 sampai 7 pagi. Dalam satu hektar biasanya bisa menghasilkan 10 sampai 14 ton tergantung Jarak tanam.
Itulah sedikit penjelasan yang bisa saya berikan, berdasarkaan daari pengalammaann dan teori, jika anda tertarik dengan Artikel ini mohon kiranya untuk memberikan komentar, namun jika ada kesalahan dalam cara Menanam Cabe Merah Keriting Lengkap bagi Pemula ini dapat kiranya memberikan masukan-masukan, karena mungkin di masing-masing daerah ada perbedaan, Semoga bernaanfaat.
Anda membutuhkan Analisa Usahatani aneka tanaman silahkan Download Disini GRATIS






